Senin, 04 Mei 2015

Review Film - Brokeback Mountain (2005)


Genres: Drama, Romance; Director: Ang Lee; Writers: Annie Proulx (short story), Larry McMurtry (screenplay); Stars: Heath Ledger, Jake Gyllenhaal, Anne Hathway, Michelle Williams; Release Date: 13 January 2006 (USA); Duration: 134 min; Language: English; Budget: $14,000,000

It was a friendship, that became a secret..
There aren't places, we can run
There are lies, we have to tell
There are truths, we can't deny

Di pegunungan yang sunyi, dua koboi tinggal sendirian bersama ribuan domba selama musim panas. Bermula dari persahabatan yang terjalin secara alamiah antara Ennis Del Mar dan Jack Twist, terdapat sebuah hasrat yang tak dapat dielakkan oleh keduanya. Bagai dihantam ribuan palu ke ulu hati begitu terhujamnya Ennis dan Jack menyadari bahwa keduanya secara tak sengaja saling jatuh cinta dan memiliki hasrat seksual di antara keduanya. Ennis yang dihantui oleh kisah tragis yang terjadi di lingkungannya semasa ia kecil, memastikan Jack untuk mengetahui dan mengingat kejadian tersebut. Ennis meyakini bahwa selangkah saja mereka berdua berbuat kesalahan, maka Jack akan berakhir seperti jasad mati seorang homoseksual yang disiksa secara kejam oleh orang-orang yang tak menyukainya, persis seperti yang ia pernah lihat bersama kakak dan ayahnya.

Film ini bukan seperti film hebat lainnya yang menyelipkan sebuah pesan di dalamnya. Namun film ini ditayangkan seperti nyata menggiring penonton masuk turut merasakan lika-liku kehidupan dua koboi yang saling dilanda cinta terlarang ini terpaksa menjalani kehidupan normal dan dalam berbagai cara mengelak satu-satunya hasrat yang membuat mereka begitu menggelora. Satu-satunya pilihan yang Ennis dan Jack punya ialah, hidup dengan keluarga dan pekerjaan masing-masing, dan bereuni kembali untuk sekali atau dua kali dalam setahun ke tempat di mana kenangan akan mereka berdua tertoreh.



Later the dozy embrace solidified in his memory as the single moment of artless, charmed happiness in their separate and difficult lives. Nothing marred it, even the knowledge that Ennis would not then embrace him face to face because he did not want to see nor feel that it was Jack he held. And maybe, he thought, they'd never got much farther than that.
Annie Proulx - Brokeback Mountain

Yang membuat film ini sangat hidup ialah, Ang Lee menampilkan pemandangan-pemandangan yang sangat indah dimana cinta terlarang antara kedua koboi ini terjalin dan diisi pula dengan lantunan soundtrack yang membuat alur kisah cinta terlarang ini semakin memuai. Dan yang menakjubkan dari film ini, Brokeback Mountain bukan sejenis film yang tergesah-gesah menggelindingkan penontonnya ke akhir cerita untuk segera menemukan titik klimaksnya. Film ini tak akan rusak citra rasanya apabila telah terungkap akhir ceritanya. Ang Lee menggiring penonton untuk memahami setiap gejolak yang terjadi pada setiap scene. Karakter Ennis dan Jack akan merangkak masuk ke dalam vena pada tiap detik kesunyian yang kita resapi pada film ini. 

Brokeback Mountain meraih banyak penghargaan dan menuai banyak kritik. Film yang diadaptasi dari sebuah cerita fiksi pendek yang dipublikasi oleh The New Yorker ini sempat disesali oleh penulisnya sendiri, yaitu Annie Proulx, karena karakter Ennis dan Jack telah memberikan dampak besar bagi sosial. Annie Proulx memenangkan National Magazine Awards atas cerita fiksi pendeknya ini yang dikarang berdasarkan penghayatannya yang panjang akan kejadian nyata yang terjadi pada lingkungannya sendiri. Annie Proulx membutuhkan waktu enam tahun untuk dapat menyelesaikan cerita fiksi pendeknya ini dengan menghidupkan karakter Ennis dan Jack di kehidupannya sehari-hari.

Film ini ditutup dengan helai kemeja milik Ennis dan Jack yang digantung menjadi satu dengan didampingi postcard yang menampilkan pemandangan pegunungan. Ennis menitikkan air mata terkenang kembali akan kisah pahitnya bersama pria di masa lalunya yang terkubur di kedua kemeja itu. Untuk janji yang tak pernah Ennis ikrarkan pada Jack, Ennis mengucapkan "Jack, I swear" pada sehelai baju yang biasa dikenakan Jack selama menggembala domba dengannya.

Selasa, 04 November 2014

Nessun Dorma, Nyanyian Sang Pangeran Misterius untuk Putri Turandot yang Kejam

"Tiada yang akan mengetahui namanya, dan kita harus, sayangnya, mati, mati!"
"Il nome suo nessun sapra, e noi dovrem, ahime, morir, morir!"

Jika nama pangeran misterius tersebut tidak terungkap, maka hukuman mati oleh Turanbot bagi mereka semua yang gagal untuk mencari tahu.

Siapapun yang berani ingin mempersunting Sang Putri Turandot yang terkenal kejam itu, harus mampu memecahkan tiga teka-teki yang ditantangnya. Bagi yang gagal, maka harus kehilangan kepalanya. Seorang pangeran yang jatuh cinta pada pandangan pertamanya kepada Sang Putri, berhasil memecahkan tantangan tersebut. Namun Sang Putri tetap tak ingin menikahi pangeran tersebut. Maka kali ini si pangeran yang memberi tantangan Sang Putri untuk mengungkapkan siapa nama pangeran tersebut sebelum terbit fajar. Apabila Sang Putri berhasil mengungkap siapa nama Pangeran tersebut, hukuman eksekusi dijatuhkan kepada si pangeran. Namun apabila Sang Putri gagal, maka Sang Putri harus rela dinikahinya. Menjawab tantangan ini, Sang Putri memerintahkan rakyatnya untuk tidak tidur sampai ada yang menemukan siapa nama Pangeran tersebut dan hukuman mati berlaku bagi mereka semua yang gagal mencari tahu namanya sebelum fajar.
Mendengar berita ini, Sang Pangeran menyanyikan lagu Nessun Dorma di bawah cahaya bulan taman istana.

"Tiada yang harus tidur, tiada yang harus tidur!
Bahkan kau, Oh Putri,
di dinginnya kamar tidur,
memandangi bintang
yang bergetar dengan cinta dan harapan!

Namun rahasiaku tersimpan denganku
Tiada yang akan tahu namaku!
Tiada, Tiada! Di mulutmu,
aku akan mengatakannya ketika cahaya menerang.

Dan ciumanku akan melarutkan
keheningan yang membuatmu milikku."

"Nessun dorma! Nessun dorma!
Tu pure, O Principessa
nella tua fredda stanza
guardi le stelleche tremano d’amore, e di speranza! 

Ma il mio misterio e chiuso in me
;il nome mio nessun sapra
!No, No! Sulla tua bocca
Lo diro quando la luce spledera!

Ed il mio bacio scioglieraIl 
silenzo che ti fa mia" 



Kisah Pangeran misterius, Callaf, dan Sang Putri kejam, Turandot, diperankan pada opera yang berjudul Turandot berdasarkan dari cerita yang ditulis oleh Haft-Peykar pada bukunya Turan-dokht. Turan-dokht berasal dari istilah Persia yang berarti putri Turan. Kisah Turandot diangkat dari kumpulan cerita yang disebut The book of One Thousand and One Night, dan dihidupkan ke dalam opera yang ber-setting di Forbidden City, China, oleh Giacomo Puccini. Opera diperankan ke dalam tiga bagian, namun kematian Giacomo Puccini mendahului akhir cerita dari opera ini. Berkat dari peninggalan catatan milik Giacomo Puccini yang masih kasar, Franco Alfono berhasil menyelesaikan bagian akhir bersama Giuseppe Adami dan Renato Simoni yang bersetting di Italia. Nyanyian Nessun Dorma merupakan termasuk lagu opera italia yang terbaik sepanjang masa dan sangat melekat di hati pecinta opera dan lagu klasik.

Bagian I
Turandot ialah seorang Putri yang sangat cantik dan berhati dingin, sedingin bongkah es. Turandot memastikan tiada seorang pria pun yang dapat mempersuntingnya, kecuali dapat memecahkan tiga teka-teki yang ia berikan. Pada suatu malam di bawah cahaya bulan yang menderang, Pangeran Persia kehilangan kepalanya karena telah gagal memecahkan teka-teki yang diberikan oleh Turandot. Keheningan menyelimuti keramaian jiwa-jiwa yang bergeming saat menyaksikan tertumpahnya darah. Kejadiaan naas itu membuat darah Pangeran Callaf membubuh saat menyaksikan kekejaman itu berlangsung. Namun sesaat matanya bersandar pada kecantikan Putri Turandot, Pangeran Callaf jatuh hati dan bertekad untuk meminangnya.
Liu, budak Timur (ayah Callaf, Raja Tartary) yang sangat peduli pada keselamatannya, memperingatkan Callaf untuk tidak mempertaruhkan kepalanya hanya untuk melamar Putri Turandot. Namun karena kecintaannya pada kecantikan Putri Turandot, ia tetap bertekat untuk melamar Turandot. Callaf meminta Liu berjanji untuk tidak memberitahukan namanya pada siapapun. Timur meyakinkan Callaf bahwa Liu ialah seorang budak yang sangat setia. Callaf menanyakan berasal darimana kesetiaan yang Liu berikan kepadanya. Liu menjawab kesetiaan itu tumbuh dari senyuman yang pernah Callaf berikan pada Liu dari bertahun-tahun lalu.

Bagian II
Callaf mendeklarasikan niatnya dan bersedia untuk memenuhi tantangan Turandot untuk mempertaruhkan kepalanya pada ketiga teka-teki yang diberikan Turandot. Gong sudah dipukul, Turandot menghunuskan tiga teka-teki kepada Callaf yang mungkin dapat membawa Callaf berujung pada maut.
Teka teki pertama: "Terlahir pada setiap malam, dan mati ketika pagi menjelang?"
"Harapan!", jawab Callaf.
Teka-teki kedua: "Bewarna merah dan sehangat nyala api?"
"Darah", jawab Callaf. Turandot mulai risau dengan tepatnya jawaban Callaf.
Teka-teki ketiga: "Seperti es, namun dapat membakar?"
Keramaian mulai menghening dengan kebisuan yang berteriak-teriak dan mengoyak-ngoyak pembuluh darah setiap pasang mata yang menyaksikannya. Akankah Putri yang terkenal kekejaman dan keangkuhannya itu, terutama pada pria yang ingin meminangnya, akan segera menikah? Atau akan ada lagi untuk kesekian kalinya, teka-teki itu memenggal kepala seorang pangeran.
"Turandot!", jawab Callaf dengan lantang.
Turandot terkejut dan meminta ayahnya untuk menolak lamaran nikah dari seorang pangeran yang baru saja untuk selama-lamanya meluruhkan senjata teka-tekinya yang selama ini telah menelan banyak nyawa. Namun tekat Callaf tak gentar ditelan keegoisan Turandot. Callaf menantang Turandot untuk mengungkapkan siapa sebenarnya Callaf. Tiada satu pun orang yang tahu selain Liu. Apabila subuh telah menjelang dan Turandot berhasil mengungkapkan siapa nama Pangeran yang baru saja mengalahkannya itu, maka tumbanglah kepala Callaf dari tubuhnya. Namun jika Turandot gagal, Turandot harus rela dinikahi Callaf.

Bagian III
Turandot dengan berat hati memenuhi tantangan tersebut. Ia memerintahkan seluruh rakyatnya untuk tidak tidur sebelum ada yang menemukan siapa nama pangeran yang baru saja mengalahkannya itu. Sehingganya subuh menjelang, berlakulah hukuman mati bagi mereka yang gagal menemukan siapa nama pangeran itu. 
Ketakutan merebak, melapisi setiap dinding vena yang mengalir darah di dalamnya. Perintah Sang Putri yang sangat kejam ini membuat rakyatnya sangat sedih dan depresi. Di bawah cahaya bulan yang menderang, Pangeran Callaf mendengar rakyat bernyanyi.
"Tiada yang akan mengetahui namanya, dan kita harus, sayangnya, mati, mati!"
"Il nome suo nessun sapra, e noi dovrem, ahime, morir, morir!"
Pangeran Callaf yakin ia mampu mengalahkan Sang Putri untuk kedua kalinya. Ia yakin tiada satu pun yang akan mengetahui namanya, tiada satu pun. Dengan penuh cinta dan harapan, Callaf menyanyikan lagu Nessun Dorma.
Sayangnya, nama sang pangeran berada pada nyawa Liu. Sang Putri berhasil membelenggu Liu dan berjanji akan terus menyiksanya hingga terungkaplah nama Sang Pangeran. Namun kerahasiaan itu tetap hidup bersama kematian Liu, ia merampas nyawanya dengan tangannya sendiri ketika prajurit Turandot lengah. Sang Putri yang berhati parang itu sempat bertanya mengapa Liu bersikeras untuk tak memberitahu siapa sebenarnya nama Sang Pangeran. Liu mengorbankan nyawanya sendiri untuk Sang Pangeran. Liu pun menjawab, "....Cinta".
Pangeran Callaf membisikan namanya di telinga Turandot, ketika Kemenangan Pangeran Callaf telah dideklarasikan. Di depan keramaian, Sang Putri berdiri bersama Pangeran dan mengumumkan sebuah nama, "...CINTA".